Tahun 2014 ku dimulai dengan aku yang berada di rumah sakit karena sakit Hepatitis A. Aku keluar tepat tanggal 1 Januari 2014 karena tidak ingin melewati tahun baru terbaring terlalu lama. Tapi, aku tidak berpergian selama liburan karena kondisiku yang masih lemah dan harus beristirahat selama satu bulan penuh. Sejak saat itu, selama kuliah, aku membawa bekal yang disediakan bibi kosanku.
Semester 2 ku di ITB pun dimulai dengan 5 praktikum menanti selama satu semester. Dalam satu minggu, aku bisa menjalani 4 praktikum dengan setiap sabtu akan ada UTS dan praktikum yang menanti. Alhamdulillah, aku bisa membagi waktuku dengan cukup baik. Meskipun aku tidak sebaik teman-temanku yang lainnya. Kemampuanku hanyalah rata-rata.
Di tahun itu juga aku menjadi panitia pemilu raya ITB 2014. Pemilihan ketua KM-ITB dan MWA-WM ITB yang cukup menyita waktu tidurku. Aku sering pulang pukul 1 pagi hanya untuk datang dan mendengarkan alur berpikir calon ketua tsb. Banyak yang aku dapat dari hal itu, aku melihat berbagai macam karakteristik, cara berpikir, cara memandang seseorang mengenai satu hal. Ada yang berpikir sangat luas hingga memikirkan bagaimana misi calon tsb berguna untuk masyarakat sekitar ITB dan ada juga yang memikirkan dari lingkup kecil yaitu kampus. Ada juga yang hanya mempermasalahkan hal kecil dan terus berputar saja disana, hingga tidak mendapatkan jawaban yang memuaskan. Banyak sekali.
Di tahun itu juga adalah tahun yang mungkin bagi beberapa orang yang tahu, tahun paling bodoh punyaku. Pertama kali aku melakukan hal bodoh itu, aku hanya ingin menghilangkan rasa berat yang aku alami dan tidak akan aku pungkiri bahwa aku ingin ada yang melarangku untuk melakukan semua itu. Ya, aku dilarang oleh beberapa temanku. Aku mengira bahwa satu kali aku mencoba, ya hilang sudah, tidak akan aku coba lagi. Tapi, aku salah. Perasaan itu datang lagi. Pikiran itu datang lagi. Beberapa kali aku lakukan, namun aku tidak cerita kepada teman-temanku.
IPku meningkat di semester 2 dan menurun di semester 3. Akademikku naik dan turun di tahun itu. Entahlah, aku lagi-lagi melakukan hal bodoh. Di tahun ini aku diterima di jurusan MRI, bukan di Teknik Kimia yang selama ini aku inginkan. Tidak ada penyesalan karena Allah sudah memberikan pertandanya agar kau lebih lapang dada.
Inilah inti dari than 2014ku. Tidak ada yang menarik bukan? Hal bodoh masih saja datang ke pikiranku. Aku sempat untuk menyerah dan membiarkan diriku untuk melakukan hal itu di tahun 2015. Tapi, aku sudah berjanji pada diriku dan Allah untuk tidak melakukan hal itu lagi. Aku akan terus melawan dan membiarkan perasaan itu datang.
Tulisan ini aku tulis bukan untuk siapa-siapa, hanya untuk diriku sendiri. Sebagai pengingat bahwa tahun 2014 berhasil dilewati dengan berbagai macam perasaan yang campur aduk bagaikan asinan yang baru saja tadi aku nikmati. Asam manis kehidupanmu baru akan dimulai.
Keep breathing, La.