Selamat jam 9 malam!
Nurulhuda sudah di Jakarta lagi! Besok hari pertama puasa nih, selamat menunaikan ibadah puasa ya teman-teman. Makan dan minum boleh ditahan, tapi cinta jangan :) Semoga barokah puasa sebulan ke depan!
Jadi, tulisan malam hari ini buat mengisi kekosongan. Pikiran udah 'gatel' mau nulis hal-hal tidak penting di path dan line. Maafkan.
Tiba-tiba kepikiran buat cek mental. Kayak semacam ke psikolog soalnya pengen tahu sebenernya pikiran dan perasaan yang lagi dialamin sekarang tuh sehat ngga sih. Contohnya, sedih yang terlalu berlebihan atau pikiran yang rasanya membebani. Hal-hal yang bikin capek fisik tapi bukan dari fisik, tapi dari perasaan yang terlalu dibuat beban. Kalau aku curhat sama ibu, dia selalu bilang, "Yaudah, ngga usah dipikirin." Well, it's easy to say.
Tapi, kalau misalnya kalau aku ke psikolog, secara tidak langsung aku sadar kalau aku belum mengenal diri aku secara seutuhnya. Aku belum tahu kekurangan dan kelebihan aku. Tapi, kenyataannya itu benar. Aku masih belum tahu kekurangan fatal aku apa dan aku harus apa dengan itu.
Ohiya, kemarin ketika aku ke Bandung, ada satu temen aku yang bilang gini, "Lala kelamaan di Jakarta deh jadi terlalu serius". Tiba-tiba aku tersadar. Kayaknya aku mulai menarik diriku dari peradaban lagi. Terlalu banyak me-time. Tapi, teman-teman dekat aku memang pada kenyatannya lagi memiliki kesibukan yang berbeda dengan aku. Jadi, aku harus menghabiskan waktu yang aku punya sendiri, kan? Lagipula disaat kayak gini, aku bahkan ngga akan ngerti mereka ngomong tentang apa. Kebetulan kegiatan mereka memang kegiatan yang aku ingin ikuti, tapi sayang bukan tempatku sepertinya.
Sedikit tentang apa yang ada di pikiran aku. Pernah ngga kalian terpikirkan lingkaran kecil yang kalian punya lama-lama akan semakin kecil tanpa kalian di dalamnya? Aku sering banget kepikiran hal kayak gitu. Ntah aku melakukan apa, terkadang skenario tidak tepat itu benar-benar terjadi. Mungkin ngga sih karena aku terlalu banyak memikirkan skenario itu sehingga aku yang bikin skenario itu beneran jadi realita?
Kadang aku terlalu berlebihan dalam menyalahkan diriku sendiri. Kadang kalau aku berpikir, ingin rasanya aku menjadi orang yang hidup tanpa diketahui banyak orang. Hidup dengan tenang dalam kesendirian. Mungkin aku tidak akan banyak menyalahkan diri sendiri. Tapi, aku tidak mau. Aku ingin mengalami banyak pengalaman yang mungkin akan mengurangi hal-hal negatif yang ada di dalam diri. Aku mau banyak belajar dari mereka yang menginspirasi aku.
Aku berharap dengan menulis apapun yang ada di pikiran dan perasaan aku akan membawa aku ke arah yang lebih baik. Aku lebih tahu kekurangan aku dan bisa memperbaikinya dengan apa yang aku punya dan aku terima. Semoga aku tidak akan semakin jatuh ke dalam satu jurang dan tidak akan jatuh lagi ke jurang yang sama.
Seseorang yang ingin lebih baik,
Nurulhuda
Nb: jangan bingung-bingung. mending tanya!